Al HABIB ABDURRAHMAN BIN AHMAD ASSEGAF

The big family al walid

Sayyidil Walid

The Big Family Walid

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 April 2012

MUI: Azan Sayup itu Wacana Wapres Saja dan Tak Sesuai Syariat Islam

Pernyataan Wapres Boediono tentang pelafalan azan dengan sayup-sayup dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekadar wacana belaka dan tak sesuai syariat Islam.
"Azan sayup-sayup itu hanya wacana wapres saja dan tidak sesuai dengan syariat Islam," jelas Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnaen, Jumat (27/4/2012).
Azan dalam Islam, ditegaskannya, justru harus disuarakan dengan tinggi dan keras. Berbeda dengan iqamat yamg lebih rendah suaranya dan tidak setinggi dan sekeras suara azan.
Azan sayup-sayup itu hanya wacana wapres saja dan tidak sesuai dengan syariat Islam
Hanya saja, sebut Tengku, yang bisa diatur adalah watt loudspeaker-nya agar tidak terlalu besar dan membuat pekak telinga. "Memang tidak boleh jika kerasnya berlebihan dan menimbulkan mudharat. Bukankah menimbulkan mudharat juga dilarang dalam Islam? Sebaik-baiknya sikap adalah yang tengah-tengah. Jadi, speaker-nya pada tahap wajar saja," papar Tengku.
Yang membawa kemudharatan seperti memutar kaset membaca Alquran keras-keras satu jam sebelum Subuh. Ataupun disertai shalawatan yang mengganggu orang yang tengah beristirahat atau tidur dini hari. "Hal itu jelas tak disyariatkan dalam Islam. Maka yang seperti ini boleh dilarang orang pemerintah atau instansi terkait," ungkap Tengku.
Walhasil, azan sayup-sayup malah membuat masjid-masjid semakin kosong dari jamaahnya
Namun kalau hanya sekedar ingin mengatur agar seluruh masjid membuat suara speaker-nya memperdengarkan azan sayup-sayup, ulama humoris ini tetap menilainya menyalahi aturan syariat. Justru ia khawatir kaum Muslimin malah akan tambah terlena dalam tidur dini hari yang sejuk dan syahdu. "Walhasil, azan sayup-sayup malah membuat masjid-masjid semakin kosong dari jamaahnya," ulas Tengku.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Boediono meminta Dewan Masjid Indonesia dapat membahas soal pengaturan pengeras suara di masjid. "Dewan Masjid Indonesia kiranya juga dapat mulai membahas, umpamanya, tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid-masjid," ujar Boediono dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (27/4/2012).
Menurutnya suara azan yang sayup-sayup lebih merasuk ke sanubari. "Namun demikian, apa yang saya rasakan barangkali juga dirasakan oleh orang lain, yaitu bahwa suara azan yang terdengar sayup-sayup dari jauh terasa lebih merasuk ke sanubari kita dibanding suara yang terlalu keras, menyentak, dan terlalu dekat ke telinga kita," imbuhnya.

Sabtu, 21 April 2012

Penyebab Kualitas Sperma yang 'Madesu'

Bagi pasangan lain, memiliki anak ternyata amat sulit sekali. Berbagai cara sudah dilakukan, namun tak juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Biasanya, wanita sering dituduh sebagai pemicu tak bisa memberikan keturunan. Padahal, pria juga memegang peranan penting, seperti kualitas spermanya. Karena, indikator penting kesuburan pria adalah sperma.
Bila pria dewasa namun belum mampu membuat istrinya hamil, maka perlu curigai kualitas spermanya. Mungkin saja spermanya masuk dalam kategori 'madesu' (masa depan suram).
Menurut Dr. Noroyono Wibowo, SpOG (K) selaku Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesi (POGI), terdapat beberapa penyebab yang dapat menurunkan kualitas sperma pria.
Tidak memvariasikan makanan
Para pria yang ingin sehat tak hanya harus mengonsumsi makanan sehat dan komplit namun juga memvariasikannya. Pola makan akan mempengaruhi produksi sperma.
"Banyak orang yang 'mendewakan' satu jenis makanan saja. Padahal ada vitamin tertentu yang tidak terdapat di jeruk, maka harus mengonsumsi buah-buahan lain. Sama seperti, protein yang terdapat dalam daging kambing, pasti berbeda dengan protein dalam daging sapi, ayam atau ikan. Jadi, perlu divariasikan demi kecukupan nutrisi," jelasnya.
Tidak berolahraga
Pria yang secara teratur melakukan olahraga lebih cenderung memiliki produksi dan kualitas sperma yang lebih baik.
"Karena, orang yang malas bergerak biasanya malah sakit," paparnya.
Pola hidup tak sehat
Membiasakan tidur malam tepat waktu ternyata cukup membantu meningkatkan jumlah dan kelincahan sperma.
"Percuma juga, jika pola makan baik dan rutin berolahraga, tetapi selalu tidur larut malam atau begadang. Hal ini akan menurunkan kualitas sperma Anda," tegasnya.
Merokok
Jika Anda masih menjadi perokok aktif hingga saat ini, maka segera berhentilah. Selain menyebabkan berbagai masalah kesehatan, merokok juga memengaruhi jumlah dan kualitas sperma.
"Pria yang merokok 12 batang per hari, kualitas spermanya turun hingga 42 persen," tegasnya.

Sabtu, 07 April 2012

Generasi Ancur: Hotpants Bak Racun Di Musim Hujan, Ulama Jangan Tidur!

Hotpants, sejenis celana super pendek, kini bukan  hanya dikenakan wanita saat ke kamar mandi atau rehat di ranjang tidurnya. Hotpants belakangan ini menjadi trend di kalangan wanita muslimah, tidak hanya dikenakan dalam suasana informal, tapi juga dalam ruang-ruang formal. Hotpants seolah menjadi pakaian kebesaran wanita abad ini. Tidak ber-hotpants ria, akan dicap sebagai wanita yang tidak mengikuti perkembangan zaman. Kata anak muda, nggak gaul banget, getooh loch!.
Inilah realita dan fenomena yang kian mengakar di masyarakat.  Betapa Hotpants bak jamur di musim hujan. Atau lebih tepatnya, virus budaya yang meracuni perilaku dan gaya hidup generasi muda Islam, disadari atau tanpa disadari. Lihatlah betapa massif-nya fashion seronok tak senonoh itu terbalut melingkupi tubuh-tubuh wanita muslimah di sejumlah kota-kota besar.
Daya betot hotpants tak mengenal usia, mulai dari pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Bayangkan, hotpants merajalela di mall-mall, di jalan-jalan, di panggung-panggung hiburan, di layar kaca, di majalah-majalah, bahkan ironisnya lagi Hotpants dikenakan saat reoni, kondangan, hingga mengambil raport anak di sekolah. Di Jakarta, seorang guru marah besar, dan mengusir orang tua (perempuan) yang mengenakan celana pendek jenis Hotpants saat penerimaan raport. Dimana etika dan kesopanan budaya ketimuran bangsa ini yang katanya santun?
Kiki Saky, seorang bloger menulis dalam blognya merasakan keprihatianannya yang mendalam. Bayangkan, anak ABG (anak baru gede) tiba-tiba menjadi idola para cowok di kampungnya. Bak selebritis dadakan, setiap kali melintas, dia selalu dibuntuti puluhan cowok.
Dalam blognya, Kiki menulis, hotpants = kancut. “Hotpants adalah produk gagal antara cancut dan celana pendek. Meskipun produk gagal hotpants tetap menjadi trend remaja bahkan orang Dewasa. Jika punya uang langsung berburu ke pasar. Nah, kalo nggak punya uang terpaksa merelakan celana panjangnya untuk disembelih. Parah,”tulis Kiki.
Kiki yang mengenakan jilbab ini mengungkapkan kekesalannya,”Pengguna hotpants itu merasa paling seksi dengan pahanya yang terlihat panjang. Kalo mulus sih mending, tapi kalo ada bekas cacarnya dan knalpotnya bikin cowok infeel dong hahaha.”
Lagi-lagi Kiki muak dengan ibu-ibu yang memakai hotpants ke Mall. “Keabisan setok celana panjang kali ya?? Sekarang, hotpants bukan hanya dipakai oleh anak remaja perkotaan lho, dipedesaan seperti di Purworejo pun sudah banyak yang terjangkit wabah hotpants, mulai dari anak SD, SMP, SMA, remaja khususnya ABG..” Sesama bloger, mengomentari tulisan Kiki, seraya berkata: “Kini sudah tak ada bedanya lagi, paha ayam dan paha cewek. Haa..haa.”
Dalam blog pribadi yang lain, seorang ibu di internet, gemes menyikapi fenomena hotpants yang menggurita dan trennya makin berkibar-kibar. Demikian curahan hatinya:
Kulihat sekelilingku. Mataku tertuju pada sekelompok “youngsters” yang sangat mencolok di antara kerumunan antrean kami. Semua cewek rombongan itu memakai celana pendek (Hotpants) yang supeeeeer pendek, mungkin hanya beberapa sentimeter di bawah pangkal paha!  Dan, semua dari mereka tampil” sangat seksi ”dengan balutan kaos “you can see” tipis mereka.
Astaghfirulloh…batinku dalam hati. Tanpa malu sedikitpun mereka mengenakan mode baju seperti itu, bahkan tampaknya mereka malah merasa bangga dan sangat pede dengan penampilan mereka. Haruskah , atas nama modernitas, para gadis Indonesia meng”import”  budaya Hotpants bagi  penampilan mereka?
Hatiku berkata :”Ya Alloh, berilah petujuk pada mereka Ya Robb. Karena mungkin mereka belum tahu tentang kewajiban menutup aurat. Mereka belum tahu, betapa Islam memuliakan tubuh-tubuh mereka , menjaganya dari pandangan dan pikiran kotor para lelaki nakal di luar sana. Ya Alloh, maafkan hambaMu  yang masih berada dalam taraf terendah keimanan dalam melihat sebuah kemaksiatan ini. Ya Alloh, jagalah anak-anakku di jaman yang sudah amat sanagt penuh dengan tantangan kerusakan nilai moral ini.”
Sudah saatnya ulama, aktivis dakwah peka dengan persoalan moral yang tengah membelit masyarakat kita. Trend hotpants, ulama jangan tidur!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More