Al HABIB ABDURRAHMAN BIN AHMAD ASSEGAF

The big family al walid

Sayyidil Walid

The Big Family Walid

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 31 Januari 2012

Cegah pornoaksi dengan razia celana pendek, Komnas Perempuan kecam polisi


JAKARTA (Arrahmah.com) - Niat baik Polisi Tangerang dengan melakukan peneguran terhadap perempuan bercelana pendek, ternyata mendapat respon yang negative dari komnas perempuan. Polisi sebelumnya telah memberi alasan bahwa mereka menegur adalah untuk menghindari tindak pornoaksi dan hal-hal yang tidak diinginkan. Tak dianggap oleh Komnas Perempuan.
“Seharusnya kata-kata tersebut tidak keluar dari aparat negara,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Masruchah saat ditanya pendapatnya mengenai peristiwa tersebut di Jakarta(12/1).
Lebih dari itu Masruchah mengungkapkan bahwa polisi sebagai pelindung masyarakat seharusnya memposisikan diri sebagai pengaman, bukannya melarang dan berkata seolah remaja tersebut bisa menjadi penyebab tindak pornografi.
Menurutnya, dalam konteks kebebasan berekspresi seharusnya tidak ada pelarangan mengenai bagaimana perempuan boleh berpakaian.
“Kalau main larang dengan alasan bisa mengundang nafsu, sama saja polisi melempar tanggung jawab kepada perempuan,” tambahnya.
Sopan atau tidaknya berpakaian menurut kategori tertentu adalah masalah konteks kenyamanan. Perempuan seharusnya bebas berpakaian sesuai kenyamanan masing-masing.
Masruchah berujar bahwa kejahatan seksual bisa terjadi di mana pun dan pada siapa pun, bahkan pada yang berpakaian tertutup.
“Ini kan soal cara pandang ya. Seksualitas bukan ada di tubuh melainkan di pemikiran. Jika ada kasus kejahatan seksual, perempuan yang disalahkan karena dianggap mengundang,” ungkapnya.
Penyadaran harusnya diberikan kepada pelaku. Hal ini penting karena masalah moral adalah tanggung jawab seluruh masyarakat dan tentunya digerakkan oleh pemerintah.
Perubahan pola pikir dalam memandang seksualitas perempuan sebagai pemicu kejahatan seksual tentunya harus sihapuskan.
“Jika pakai celana pendek saja dilarang, bisa-bisa kemudian perempuan dilarang nonton bola dan lama-lama perempuan bisa dilarang keluar rumah,” tukas Masruchah.
Kejahatan seksual,berasal dari cara pandang?
Pelecehan terhadap wanita bukan hanya disebabkan oleh cara pandang. Karena dorongan seksualitas dibentuk dan dipicu pula oleh tampilan fisik, mustahil cara pandang dapat melakukan kejahatan seksual jika tidak ada pemicu yang membentuk cara pandang tersebut.
 Komnas perlindungan anak pada 2010, pernah menjelaskan perihal peningkatan pelecehan seksual terhadap anak akibat menonton film porno. Pada 2009, dari 1.998 pelapor, 14 hingga 16 persennya adalah laporan pelecehan seksual terhadap anak. Pada 2010 ini meningkat tajam. Dari 2.146 pelapor, 60 persennya adalah laporan kekerasan seksual terhadap anak.
“Pemicunya adalah VCD/DVD porno yang semakin mudah didapat,” ujarr Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait Rabu (3/11). Dia mengatakan, sejak di bangku kelas 4 dan 5, anak sudah menikmati tayangan film porno.
Arist mengatakan fonemena sekarang ini, film porno ditonton anak-anak yang baru mau beranjak dewasa. Anak kemudian tidak mampu mengontrol hasrat seksualnya sehingga melakukan kekerasan seksual terhadap lawan jenisnya yang masih seumuran atau di bawahnya. Kalau tidak, sesama anak-anak yang masih belasan tahun berhubungan suami-istri tanpa paksaan. “Ini parah,” cetusnya. (bilal/dbs/arrahmah.com)

Jumat, 20 Januari 2012

K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie: Demi Maslahat Umat

Media Dakwah Elektronik
Penggunaan media elektronik untuk berdakwah kini semakin marak. Dalam hal ini, Yayasan Pendidikan Islam Asy-Syafi’iyah termasuk salah satu lembaga yang mengawalinya, yaitu lewat radio yang telah lebih dari setengah abad berdakwah di tengah-tengah umat Islam Nusantara, khususnya Jakarta, yaitu Radio Asy-Syafi’iyyah. 

Seiring perkembangan zaman, kini Asy- Syafi’iyyah sudah memiliki tiga radio dakwah: Radio Asy-Syafi’iyah, Radio Alaikassalam FM atau Ras FM, dan Radio Suara Pulo Air.

Tak cukup sampai di situ. Baru-baru ini dakwah Kiai Rasyid merambah ke dunia televisi berbasis komunitas, yang diberinya nama “Assalam TV”.

Ahad, 25 Agustus 2011 lalu, saat peringatan haul akbar K.H. Abdulllah Syafi’ie ke-26 dan tasyakkur Pondok Pesantren Al-Qur’an K.H. Abdullah Syafi’ie Pulo Air, Sukabumi ke-21, televisi itu resmi diluncurkan. Masyarakat bisa menyaksikan tayangan Assalam TV di frekuensi VHF. Karena masih baru mengudara, jam tayangnya pun masih terbatas.

Pada kesempatan berbahagia itu, putra keempat, dari tujuh bersaudara, pasangan K.H. Abdulllah Syafi’ie dan Hj. Roqayah ini juga memaklumatkan bahwa Asy-Syafi’iyyah dengan bangga meluncurkan air mineral dalam kemasan bermerek “Pulo Air”. Bisnis ini akan menopang kegiatan dakwah dan pendidikan santri yang kurang mampu di Asy-Syafi’iyyah.

Bahan baku air mineral Pulo Air berasal dari mata air Pulo Air, yang berada di lingkungan Pesantren Al-Qur’an K.H. Abdullah Syafi’ie, Pulo Air, Sukabumi, yang berdiri di atas tanah wakaf seorang hartawan nan dermawan, H. Sukarno. Kala itu almarhum mewakafkan taman rekreasinya seluas 3,3 ha untuk dialihfungsikan menjadi lembaga pendidikan.

Lembaga pendidikan yang kini bertambah menjadi seluas 30 ha itu diberi nama “Pesantren Al-Qur’an K.H. Abdullah Syafi’ie, Pulo Air, Sukabumi”. Dari namanya saja, jelaslah bahwa konsentrasi pelajaran pada pesantren ini adalah tahfizh Al-Qur’an, sesuai dengan cita-cita almarhum ayah Kiai Rasyid, yang menginginkan mendirikan madrasah Qur’aniyah.

Semasa hidup, almarhum memang memiliki harapan besar akan berdirinya sebuah pesantren Al-Qur’an. Tak mengherankan, bila menghadiri undangan Musabaqah Tilawatil Al-Qur’an (MTQ) di berbagai daerah, sang ayah kerap berpesan untuk mendirikan madrasah-madrasah Qur’aniyah.

Sehat dan Berkah 
Ide awal membuat air mineral dalam kemasan sebetulnya isyarat dari pewakaf. “Ketika menyerahkan lahan seluas 3,3 ha, pengusaha Rumah Makan Sunda Lembur Kuring di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, ini meminta kepada kami agar mata air yang berlimpah dari lokasi wakaf bisa diberdayakan untuk menopang pengembangan pesantren di kemudian hari,” kata Kiai Rasyid A.S., mengenang.

Kiai Rasyid optimistis, Pulo Air mampu bersaing dengan air mineral lainnya yang lebih dahulu beredar. Air dari mata air Pulo Air telah memenuhi standar untuk menjadi bahan baku air minum yang baik. 

Bahkan Pulo Air memiliki keunggulan dibanding air mineral lainnya. Pasalnya, mata air Pulo Air berada di kawasan Pesantren Al-Qur’an K.H. Abdullah Syafi’i, Pulo Air, Sukabumi. Lokasi religius, setiap menit begitu semarak dengan kegiatan keislaman. Terutama pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Menurut Tuan Guru K.H. Dr. Zainul Majdi, menantu Kiai Rasyid, yang juga gubernur NTB,  melansir penemuan ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto, sesungguhnya air itu hidup. Molekul air dapat merepons sesuatu dari lingkungannya, baik maupun buruk. 

Dalam penelitiannya, ilmuan Universitas Yokohama ini berhasil mendapatkan sebuah foto air berbentuk kristal pertama di dunia bersama sahabatnya, Kazuya Ishibashi, seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop.

Foto kristal air itu didapatnya dengan cara membekukan air yang telah didoakan pada suhu -25 derajat Celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi.

Penasaran dengan penemuannya, kedua ilmuwan hebat itu menyebutkan kata “setan” pada air itu, kemudian kristal berubah bentuk menjadi buruk. Diputarkan musik simfoni mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur. Menariknya, ketika dicoba membacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah....

Maka sampailah pada kesimpulan bahwa ternyata air bisa merespons sesuatu di sekitarnya: “mendengar” kata-kata, “membaca” tulisan, dan “mengerti” pesan. 

Dalam bukunya, The Hidden Massage in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsenterasi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air.

Terkait dengan informasi tersebut, Kiai Rasyid berhusnuzhzhan bahwa air Pulo Air memiliki keberkahan khusus, karena setiap saat diperdengarkan bacaan Al-Qur’an. Sehat dan berkah. Insya Allah.

Kesempatan Berharga

Kiai Rasyid lahir di Jakarta, 30 November 1942. Sejak kecil hingga dewasa, ia banyak belajar agama di pendidikan tinggi Islam As-Syafi’iyah, milik ayahanda. Praktis, ia banyak dididik langsung oleh sang ayah. 

Pada waktu-waktu tertentu, sang ayah kerap memanggil dan memerintahkannya untuk belajar kitab secara khusus. Biasanya kitab yang digunakan adalah kitab yang juga kerap digunakan habaib, An-Nasha’ih ad-Diniyyah, karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad.

Gembelangan sang ayah, yang sangat intensif, serta disimplin yang tinggi, mempermudah Kiai Rasyid mempelajari ilmu agama.

Seiring bertambahnya usia dan ilmunya, Abdul Rasyid muda selalu mendampingi sang ayah dalam banyak kegiatan ta’lim dan dakwah, baik dalam kota, seperti di Masjid Jami’ Matraman, Masjid Al-Arif, Senen, Masjid Kebon Jeruk, Masjid An-Nur, Grogol, Masjid At-Taqwa, Pasar Minggu, Masjid Kalibata, Pasar Minggu, Tanjung Barat, menghadiri haul ke sejumlah daerah, seperti di Keramat Empang Bogor, Pekalongan, dan Tegal, maupun mengikuti rihlah dakwah sang ayah hingga ke mancanegara, seperti Singapura dan Malaysia.

Berbagai kesempatan yang dijalaninya bersama sang ayah menjadi kenangan amat berharga bagi Kiai Rasyid. Ia merasa beruntung bisa mendampingi sang ayah. Mengikuti dakwahnya tentu meninggalkan kesan mendalam yang hingga kini menjadi bekal baginya dalam menapaki dunia dakwah seperti almarhum.

Umumnya, saat mendampingi ayahnya, Kiai Rasyid memanfaatkannya dengan ikut belajar kepada para habib dan ulama besar lainnya yang hadir, bahkan kepada guru sang ayah sekalipun. Seperti kepada Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang, Habib Ali bin Husen Alatas Bungur, Habib Salim bin Ahmad Bin Jindan, dan Mufti Johor, Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad.

Menurutnya pengalaman ini begitu berharga, lantaran tidak semua orang, bahkan kiai sekalipun, bisa merasakannya. Sehingga pengetahuan dan pergaulannya begitu luas. 

Kiai Rasyid masih mengingat salah satu pesannya yang insya Allah akan terus dilaksanakan tentang mengkaji kitab-kitab habaib. “Lazimkan olehmu membaca kitab-kitab Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, karena di dalamnya terkandung cahaya,” kata Kiai Rasyid mengenang ucapan sang ayah.

Nasihat itu dirasakannya amat berguna baginya, yang kini juga aktif terjun ke dunia dakwah, seperti halnya ayahnya dulu.

Kiai Rasyid juga menjadi salah satu penerus lembaga yang didirikan dan diasuh K.H. Abdullah Syafi’ie, Asy-Syafi’iyyah. Kini, di bawah kepemimpinannya, Asy-Syafi’iyyah semakin maju dan berkembang.

Ayah tujuh orang anak hasil pernikahannya dengan Ustadzah Hj. Azizah binti Aziz ini juga aktif di berbagai organisasi keagamaan, seperti di MUI dan KISDI (Komite Internasional untuk Solidaritas Dunia Islam). Bahkan di KISDI, organisasi yang anggotanya terdiri dari sejumlah organisasi Islam di Indonesia, ia mendapat amanah sebagai ketua umum.

Baginya, seabreg aktivitasnya tersebut belum seberapa. Kiai yang selalu menekankan pentingnya menyelamatkan aqidah umat ini memiliki asa yang selama ini terus diniatkan untuk kemaslahatan umat. “Saya seorang hamba Allah SWT yang dha’if, namun saya wajib bersyukur atas semua aktivitas dakwah yang saya geluti saat ini. Untuk itu, ke depannya saya berencana mendirikan sebuah masjid dengan kapasitas yang besar, sekaligus universitas dan rumah sakit.”

Menutup perbincangan kepada alKisah, Kiai Rasyid berpesan. “Dengan izin dan rahmat Allah SWT, insya Allah bangsa ini akan meraih kejayaan. Tentunya manakala para pemimpinnya memiliki iman yang kukuh, bertaqwa kepada Allah SWT, begitu juga dengan rakyatnya, beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, serta mengikuti pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Bukan memerangi pemimpin lantaran dituduh menerapkan hukum jahiliyyah, dengan berbagai aksi kekerasan atau teror seperti yang belakangan kembali marak. Saya mengutuk aksi teror, apa pun bentuk dan motifnya. Karena ini tidak diajarkan dalam Islam. Jelas ini bukan jihad yang dianjurkan dalam Islam, yang cinta damai.” 

Kamis, 19 Januari 2012

ayat kursi

Kandungan Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ 
Diturunkannya
Turunnya di malam hari dan saat turun Nabi memanggil Zaid untuk langsung menulisnya.
Muhammad al-Hanafiah mengatakan: Ketika turun ayat kursi berjatuhan berhala di dunia begitu juga berjatuhan mahkota dari kepala raja-raja, berlarian setan sehingga berbenturan antara satu dengan lainnya lalu datanglah Iblis yang memberitahukan kepada mereka bahwa, telah turun ayat kursi.
Kemuliaannya:
  • Dari Ubay bin Ka’ab: Ayat yang termulia dalam al-Qur’an adalah Ayat Kursi. (HR.Abu Daud) Dalam riwayat Abu Hurairah, Rasul bersabda:
سَيِّدَةُ آيِ الْقُرْآنِ هِيَ آيَةُ الْكُرْسِيِّ
Penghulu ayat-ayat al-Qur’an adalah ayat Kursi. (HR.Thurmudzi)
  • Berkata Ibnu Abbas; Ayat yang termulia dalam al-Qur’an. Di dalam ayat ini disebutkan nama Allah secara terang-terangan dan tersembunyi sebanyak delapan belas kali.
  • Ibnu Athiyyah; Ayat ini sangat mulia karena di dalamnya menyebut tentang sifat-sifat Allah (tauhid), ayat ini terdiri dari lima puluh kalimat dan mengandung lima puluh keberkahan.
Anjuran:
ü  Membacanya setiap usai mendirikan sholat.
Dari Anas bin Malik, Rasul bersabda: Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Musa “Barangsiapa yang mendawamkan ayat kursi setiap sholatnya, diberikan kepadanya pahala orang yang bersyukur dan pahala para Nabi, ulama dan dibentangkan baginya rahmat serta tidak menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian”.(Tafsir al-Quthubi, dalam riwayat lain disebutkan dari Ubay bin Ka’ab)
ü  Membacanya ketika hendak tidur. Riwayat dari Abu Hurairah dalam kisahnya:
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ
Jika engkau naik ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, niscaya kamu selalu dalam penjagaan Allah dan tidak akan mendekatimu setan hingga dating waktu pagi.(HR.Bukhari)
ü  Dibaca dalam rumah.
Dari Abu Hurairah, Rasul bersabda: Surat al-Baqarah di dalamnya ada penghulu ayat dan;
لاَ تُقْرَأُ فِي بَيْتٍ وَ فِيْهِ شَيْطَانٌ إلاَّ خَرَجَ مِنْهُ
Tidak dibaca di dalam rumah dan di dalamnya ada setan kecuali dia keluar dari rumah itu.(HR.Hakim)
Abu Hurairah; Barangsiapa yang membaca ayat kursi di pagi hari niscaya Allah akan menjaganya hingga sore dan siapa yang membacanya di sore hari maka Allah akan menjaganya hingga pagi.(HR.Thurmudzi).
Abu Nuaim; Tidak dibacakan ayat Kursi di rumah di malam kecuali akan keluar dari rumah itu setan dan tidak kembali lagi kecuali di pagi harinya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More